internet

Facebook is Eventually Forcing Its New Profile (Again)

FacebookEvery time Facebook changes its layout there are pros & cons. I guess the cons is almost always more than the pros. And even if people complaining about it Facebook always delivers those changes without giving us the option to keep using the current one. It always comes in this cycle: Facebook change its layout – people complain – people stop complaining – Facebook change its layout (again) – people complain (again) – and so on…

The same happens this time. Facebook has launched the new profile for quite a time. The time it launched people were given the option to use this new profile but as a lot of people suddenly found it was a no-turning-back option. That’s why I keep using the “old” profile because I know sooner or later Facebook will push this new profile to everyone.

And that time has come. Today I logged on to Facebook and saw a banner written:

Coming Soon: Your New Profile
In the next few days you’ll be upgraded to the new profile, which offers more ways to show and tell your story.
with the option to update now or to learn more. This is it.. Ready or not.. Want it or not.. The new profile is coming. It says “more ways to show and tell your story”, it’s true..even if you don’t want to. And it also means less way not to share. We’ll see wheter I’ll like the new profile or not. I’ve seen my friends’ new profile but seeing & using are two different things, aren’t they? 😉

Dari note sampai ke inbox

Apa jadinya kalau catatan (note) yang gue tulis sendiri di facebook muncul sebagai surat di kotak masuk surat listrik (e-mail) gue? Itulah yang barusan gue alami waktu gue ngecek email yahoo gue. Gue ngeliat email dari nyokap yang subject-nya “Trs: SAY NO to PPN!!!” yang artinya email itu diteruskan dari orang lain, biasanya dari temennya. Nyokap emang sering ngeforward email-email yang dia dapet. Biasalah.. tipikal orang kantoran yang demen menyebarkan email.

Yang lucu, waktu gue baca rasanya gue kenal betul dengan isinya dan bener aja.. Gue inget itu adalah tulisan yang sama yang gue buat sebagai note di facebook waktu gue kesel gara-gara beli es krim di AW Binus masih kena PPN. Gue emang ngeset note itu biar bisa dibaca semua orang dan di note itu gue memang menyuruh pembacanya untuk nyebarin tapi gue ga pernah kepikiran kalo note itu akan sampai lagi ke gue dalam bentuk email, dan dikirim oleh nyokap gue sendiri! hahaha…

Ini adalah note yang gue buat di facebook (note aslinya bisa dibaca di sini)

note facebook gue

note facebook gue

Dan ini adalah email yang dikirim nyokap gue

email dari nyokap gue

Kata-katanya sama persis cuma bedanya yang di email udah di format, kalimat pertama kadi gede & berwarna biru, isi undang-undang yang no. 3 ga ditebelin, dan tulisannya memanjang ke samping. Lucu juga yah dapet email dari nyokap isinya note yang gue tulis sendiri, jadi kayak bumerang! =p Gue yakin nyokap ga tau itu tulisan gue. hihi..

Jadi.. semua ini nunjukin kalo facebook bisa jadi sarana penyebar informasi yang efektif! Dan ini juga berarti tujuan gue untuk menyebarkan info itu bisa dianggap berhasil (YEAYY! 😀 ) dan orang-orang yang membaca note gue ternyata beneran nyebarin itu entah lewat email atau yang lainnya. Sekarang kalau Anda mendapatkan email yang mirip seperti itu di inbox Anda, Anda tahu dari mana asalnya. 😉

Apa sih twitter?

Hari gini pengguna internet mana sih yang ga tau Twitter? Gue yakin sebagian besar pengguna internet di Indonesia udah tau apa itu Twitter apalagi dulu di TV kata-kata “twitter” sering disebut-sebut gara-gara kasus Luna Maya dan belakangan ini juga baru heboh kasus tentang Marsha yang tweet-nya menimbulkan reaksi yang luar biasa. (Jujur aja gue rada telat tau tentang kasus itu tapi gapapa lah.. GAK PENTING juga! hahaha)

Yang mau gue bahas di sini bukan tentang kasus Luna Maya atau kasus Marsha yang gak penting itu tapi lebih mendasar lagi.. Apa sih arti kata “twitter” itu sebenernya? Kita bangsa Indonesia terutama penduduk kota-kota besarnya sering (baca: selalu) bertingkah sok pinter sok keren dengan berbahasa menggunakan istilah-istilah asing—bahasa Inggris utamanya—yang diserap (baca: dijiplak atau ditiru) tanpa disaring dan dipikiran dulu maknanya. Kita merasa seperti orang pintar & gaul jika menggunakan istilah-istilah asing yang kalau ditanya artinya pun belum tentu tau. Istilah “tweet” & “twitter” ini adalah salah satunya.

Ga usah jauh-jauh.. Kalo Anda salah satu pengguna Twitter coba deh tanya diri Anda sendiri, apakah Anda tau arti dari kata “tweet” atau “twitter”? Atau coba Anda tanya teman Anda tentang arti kata “tweet” atau “twitter”! Bisa gue tebak sangat sedikit orang yang benar-benar tau artinya. Yaa..seperti yang saya tulis diatas..cuma bisa pake tanpa tau artinya.

Mungkin Anda pikir istilah “twitter” & “tweet” itu hanyalah kata-kata karangan Jack Dorsey untuk tujuan popularitas & pemasaran saja karena unik & (mungkin) lucu & (mungkin) mudah diingat. Itu ga sepenuhnya bener! Tau ga kalau kedua kata itu adalah kata-kata dalam bahasa Inggris, udah ada lama jauh sebelum Twitter.com ada! (lebih…)

Pengesah Penerjemahan WordPress

Beberapa waktu yang lalu WordPress mengumumkan platform penerjemahan yang baru. Ini bertujuan agar proses penerjemahan WordPress bisa berlangsung lebih cepat. Untuk sekarang ini platform baru ini seh masih mirip ama yang lama tapi dijanjikan nanti bakal ada fitur-fitur lain seperti komentar, profil pengguna (penerjemah), tag, dll.

Selama ini kata-kata dan kalimat yang diterjemahkan pengguna harus disetujui oleh tim Automattic (pendiri WordPress) baru bisa dipakai. Masalahnya orang-orang di Automattic terbatas dan pastinya mereka ga menguasai semua bahasa di dunia jadi selain platform baru ini sekarang mereka membuka kesempatan kepada penggunanya buat jadi pengesah (validator). Pengesah tugasnya itu ya membantu menyetujui atau menolak terjemahan-terjemahan yang masuk dan tetep ikut menerjemahkan juga. Ga perlu syarat-syarat khusus dan teknis, yang penting pengen membantu aja. (lebih…)

Berhenti dari Speedy

Akhirnya mulai bulan Juni ini gue udah ga “pake” Speedy lagi! Sabtu 30 Mei kemaren gue udah ngeberentiin Speedy. 😀 Tadinya sih pas ke Plasa Telkom buat bayar tagihan Bulan Mei (setelah protes gue diterima) mao sekalian ngeberentiin Speedy tapi kata mbak customer service-nya kalo berhenti itu langsung hari itu juga diputus sambungan inetnya sedangkan gue maonya akhir bulan baru diputus. Mbaknya bilang kalo mao berenti akhir bulan datengnya akhir bulan aja trus mbaknya kasih gue Surat Pernyataan Berhenti Berlangganan buat gue isi dulu di rumah dan gue juga disuru siapin fotokopi KTP & materai. Jadi baru Sabtu kemaren deh gue dateng lagi ke Plasa Telkom buat berentiin Speedy.

Berentiin Speedy gampang loh! Gue kasih Surat Pernyataan Berhenti Berlangganan yang udah gue isi dan gue tanda tanganin di atas materai sama fotokopi KTP. Trus customer service-nya kasih Surat Kontrak Berhenti Berlangganan Sambungan Telekomunikasi buat ditandatanganin juga. Trus mbak customer service-nya meriksa tagihan gue dan karena tagihan yang lalu-lalu udah lunas semua ya gue tinggal bayar yang pemakaian bulan Mei aja. Sebelomnya mbaknya nawarin tagihannya mao dibayar sekarang atau nanti Bulan Juni aja, gue pilih bayar sekarang aja lah biar cepet tuntas tas tas. Abis bayar gue dikasih tanda bukti pembayaran dan selesai deh!

Hari Minggunya gue ga online deh. Tapi gapapa lah cuma ga online sehari aja! hehehe… Oya, buat yang mao berentiin Speedy juga gue saranin bawa bukti pembayaran bulan-bulan lalu! Buat jaga-jaga aja, siapa tau nemu customer service yang dodol dan minta kita bayar tagihan yang udah lunas! Kalo gitu kan kita udah siap dengan bukti pembayarannya. Trus kalo berentinya tengah bulan itungan tagihannya “prorata” (istilah aneh bikinan Telkom) loh. Jangan mao kalo disuruh bayar penuh 1 bulan! Dan buat info aja, kayaknya setelah berenti kalo mao pasang Speedy lagi ga bisa langsung, harus nunggu 2 bulan gitu deh. Jadi sebelom berenti pastiin anda pengen bener-bener berenti.

Protes Tagihan Speedy

Gue yakin sebagian besar pelanggan Speedy pasti pernah ngerasain saat-saat buruk bersama Speedy, entah itu sambungan internet yang ga stabil, kecepatan internet yang lambat, ataupun perhitungan tagihan yang ngaco. Meskipun begitu toh pelanggan Speedy masih tetep banyak. Banyak pelanggan hanya bisa pasrah tapi ada beberapa orang protes memperjuangkan haknya. Dari yang protes itu pun banyak yang akhirnya pasrah juga karena protesnya ga ditanggapi. Biasanya orang protes cuma lewat telpon 147 atau paling banter dateng ke Plasa Telkom. Kalo ternyata ga membuahkan hasil biasanya mereka pasrah.

Gue pengen kasih tau kalo sebenernya masih ada jalan lain atau bisa dibilang jalan terakhir untuk memperjuangkan hak kita seandainya telpon ke 147 atau komplain langsung ke Plasa Telkom masih ga membuahkan hasil. Kita bisa mengajukan keluhan atau keberatan ke Telkom secara tertulis. Gue baru aja melakukan itu bulan ini (gara-gara tagihan ngaco akibat migrasi paket tengah bulan) dan hasilnya tagihan Speedy gue turun Rp 200 ribu dari Rp 565 ribu jadi Rp 366 ribu. (lebih…)

Speedy Ga Bebas Pakai Lagi

Yep, seperti yang udah diketahui banyak pengguna Speedy, promo bebas pemakaian dari jam 8 malem ampe jam 8 pagi udah berakhir 31 Januari kemaren. Itu artinya mulai sekarang gue harus membiasakan diri hemat-hemat buka internet. Wah, kayaknya bakal susah tuh! Gue belom pernah ngerasain pake Speedy yang dibatesin. Soalnya waktu awal gue pasang internet di rumah itu tepat awal dari promo ini. Jadi selama ini gue mengakses internet kebanyakan malem hari di mana gue bisa buka apa aja, download apa aja, nonton apa aja tanpa takut jatah pemakaiannya habis atau terlewati. Masa-masa indah itu kayaknya sudah berakhir. (lebih…)