Aku, Rumahku dan Kecoa


Gue benci (dan takut) sama kecoa. Dan gue yakin banyak orang lain yang juga begitu. Kecoa hampir pasti pernah menjadi masalah bagi siapa pun. Yang ga takut ama kecoa pun sering dibuat kesel oleh kehadirannya di tempat yang ga diinginkan. Intinya at some point in their life hampir semua orang pernah berurusan ama kecoa. Dan biasanya entah cara apapun yang digunakan untuk membunuh atau mengusir kecoa hanya berhasil untuk sementara waktu. Kecoa akan tetap datang “menjajah” wilayah kita lagi dan lagi. Perang ini seolah-olah ga akan pernah selesai.

Hal ini pun terjadi di rumah gue. Rumah gue sering “dijajah” oleh kecoa dan meskipun udah dibunuh berkali-kali entah dengan diinjek atau disemprot baygon kecoa tetep aja dateng lagi. Usaha buat ngebersihin sudut-sudut rumah dan lemari-lemari perabot pun sepertinya ga membuat kecoa enggan datang. (kayaknya kecoa seneng tempat bersih juga)

Waktu taon baru kemaren nyokap ngobrol-ngobrol tentang masalah ini ke tante gue dan tante gue menyarankan daun pandan sebagai solusi mengusir kecoa. Gue belom pernah denger daon pandan bisa dipake untuk ngusir kecoa. Kata tante gue sih kecoa ga suka ama daun pandan dan tante gue suruh nyokap coba taro daun pandan di tempat-tempat yang sering didatengin kecoa seperti yang dia lakukan di rumahnya. Kalo daun pandannya udah kering dan ga wangi ganti dengan daun pandan baru yang segar.

Nyokap gue coba dan sejauh ini katanya cara ini berhasil. Gue ga gitu cepet percaya (karena cara ini baru dicoba beberapa hari) dan gue tanya dari mana nyokap gue bisa berkesimpulan kayak gitu. Nyokap bilang biasanya hampir setiap hari waktu baru masuk rumah setelah pulang kerja dia mergokin kecoa sedang ber-“wisata” di dalam rumah dan setelah pake daun pandan itu dia ga pernah ngeliat hal itu lagi.

Sepertinya gue juga ga pernah ngeliat kecoa lagi waktu gue malem-malem turun ke lantai 1. Biasanya waktu gue turun ke lantai 1 malem-malem sesudah semua lampu dimatiin gue sering ngeliat kecoa sedang menjelajah dapur. Ya mudah-mudahan cara ini benar-benar berhasil (bukan cuma perasaan ato sugesti aja) jadi ga perlu lagi ada kecoa-kecoa “tak bersalah” yang harus mati di rumah gue. Tentunya jalan damai macam ini jauh lebih baik dari pada harus kontak fisik dan angkat baygon (baca: senjata). Hehehe… Buat pembaca yang pengen coba silakan coba juga biar gue bisa tau cara ini bener-bener efektif ato ga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s