“Kejutan” dari Papa


Hari Kamis kemarin gue mengalami sesuatu yang jarang terjadi. Sesuatu yang mungkin ga akan pernah terjadi lagi. Sekitar jam 4 sore waktu gue mau tidur siang tiba-tiba gue denger suara gembok dibuka dan pager rumah digeser. Gue langsung bangun dan liat siapa yang dateng. Ternyata papa gue pulang, gue heran ngeliat papa gue pulang karena ga biasanya dia pulang hari Kamis, jam segini pula. Entah ada angin apa tiba-tiba papa bawain gitar buat gue. Katanya gitar itu diminta dari temennya yang lagi beres-beres toko. Gue juga ga gitu jelas. Setelah ngasih gitar itu dan ngobrol bentar dia langsung pergi lagi.

Gitar pemberian papa gue bukan gitar baru, tapi gitar bekas yang udah tua. Pas gue liat merek gitar itu Kawai dan kelihatannya buatan Jepang asli. (Gue baru tau kalau Kawai bikin gitar juga. Habis selama ini gue belom pernah denger gitar merek Kawai dan cuma tau kalau Kawai itu merek Piano.) Gitar ini senarnya udah karatan dan ada yg udah putus, papan penjariannya juga ada yg retak, penala (tuning machine)-nya juga udah karatan, dan banyak lecet di sana sini. Perlu banyak perbaikan & pembersihan sebelum bisa dipakai. Yah, meskipun ini gitar tua toh gue ga sedikitpun kecewa dengan pemberian papa gue ini. Malah gue seneng dapet gitar dari papa gue. Karena itu artinya gue sekarang punya gitar klasik “beneran”. Dan gue juga seneng karena setelah gue cek di internet, ditulis kalo Kawai cuma memproduksi gitar awal tahun 1980an (dihentikan karena kurang sukses) dan kalau gitar gue ini asli (kelihatannya sih asli) berarti gitar gue termasuk langka.

Gue ga habis pikir koq hari itu bisa-bisanya papa gue tiba-tiba pulang dan tiba-tiba ngasih gitar ke gue. Selama ini yang gue tau orang tua gue itu cuek (kalo ga bisa dibilang ga mendukung) dengan hobi gue main gitar klasik. Satu-satunya gitar yang pernah dibeliin papa gue itu adalah gitar bersenar logam (steel / metal string) bermerek Yamaha palsu yang di beli di pasar baru waktu gue masih SMP. Itu pun dibeliinnya setelah gue maksa-maksa. Itu satu-satunya gitar yang gue punya selama ini. Mungkin sekarang pandangan gue tentang papa gue sedikit berubah. Yah…setidaknya dengan papa ngasih gitar ini ke gue menunjukkan bahwa dia ga sepenuhnya cuek dengan hobi gue.

Sekarang yang harus gue lakukan adalah “menghidupkan” gitar yang udah lama “mati” ini. Gue seneng juga bisa punya kesempatan buat nyoba “renovasi” gitar. Rencananya untuk saat ini gue pengen ganti penalanya, bersihin seluruh badannya, ganti sadel, dan ganti senar baru. Kalau bisa seh pengen dibawa ke tempat servis juga buat ganti papan penjarian dan poles ulang tapi itu mah kapan-kapan aja deh. Yang penting gitar ini bisa dimaenin dulu karena gue penasaran ama suaranya. Secara ini gitar jadul buatan Jepang jadi ekspektasinya harusnya bagus. Moga-moga aja bagus!🙂

4 comments

  1. wah…gue mau dong nukar itu gitar Kawai anda dengan Rp 500 ribu. Boleh nggak? Sebenarnya walaupun itu gitar bekas, tapi Kawai bukan merk main-main, itu merk kelas dunia bo! Coba bayangkan siapa saja yang sudah “menyentuh” dan memainkan gitar itu? Pastinya orang yang cinta banget sama gitar dan sama musik.. Wah, anda membuat saya iri, andai saja saya punya Bapak yang perhatian kayak gitu?
    Bayangkan, setelah gitar Kawai ini pasti Bapakmu lain kali pulang bawa biola Stradivarius buatan tahun 1776!!! Wah..kalau yang itu saya mau nukar dengan harga Rp 5 juta….hahaha… kalau asli lho!
    Yang jelas, tidak ada di dunia ini Bapak yang lebih baik daripada Bapak anda. You must be proud of him!

  2. Terima kasih Pak atas komentarnya di blog saya!

    Rp 500ribu? Ga boleh donk Pak!😛 Gitar itu jadi tak ternilai harganya (priceless) karena itu hadiah dari Papa saya!
    Saya ga yakin hal kayak gini bakal terjadi lagi. Ya, biar bagaimana pun dia tetap Papa saya dan saya menghormati dia…

    nb: Kalo biola Stradivarius 1776 cuma Rp 5 juta kemurahan donk Pak! hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s