Obama, Jawaban akan Perubahan


Akhirnya hasil pemilu Amerika serikat sudah diketahui. Tadi siang sekitar jam 13 WIB atau tengah malam waktu Amerika Barrack Obama dipastikan terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-44. (hasil lengkapnya bisa dilihat di sini) Dia juga adalah presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat. Seluruh dunia terutama warga AS sendiri menaruh harapan besar terhadap Obama, terutama harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi Amerika yang sedang parah-parahnya saat ini. Untuk kamu yang belum tau mengenai kondisi ekonomi Amerika sekarang, ini sedikit gambarannya: defisit APBN AS saat ini adalah yang terbesar selama 20 tahun terakhir (kalo ga salah), PDB AS turun sebesar 0,3% – 0,5% dan itu juga penurunan terbesar selama 20 tahun terakhir, pengangguran meningkat, dan masih banyak lagi. Selain harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi AS, Obama juga diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia karena salah satu hal yang disampaikan dalam kampanyenya adalah penarikan pasukan AS di Irak. Kampanye boleh jadi hanya kampanye, masalah janji-janji tersebut dilaksanakan atau tidak itu lain soal. Itulah politik! Saya pribadi sih mendukung Obama dan yakin dengan Obama. Yah, saat ini kita hanya bisa menunggu apa yang akan dilakukan Obama nanti.

Dalam pidato kemenangannya di Chicago, dia menyampaikan bahwa inilah jawaban untuk perubahan yang lebih baik. Dia juga berbicara mengenai kerjasama dengan McCain, perbaikan ekonomi, perdamaian dunia, dll. “Change has come to America!”, itulah inti dari pidato ini. Saya suka gaya Obama dalam berpidato, tenang, berwibawa, dan dapat menimbulkan semangat. Hal-hal seperti itu sangat amat jarang sekali ditemui dalam pidato-pidato politik di Indonesia. Pidato kemenangannya dapat dilihat di YouTube. Dan teks pidatonya dapat dilihat di situs The Washington Post.

Terlepas dari itu semua, saya memperhatikan ada hal yang cukup menggelikan (bahkan memuakkan) di Indonesia dalam pemberitaan pemilu AS kali ini. Selama proses pemilu berlangsung (mulai dari pencalonan diri para capres sampai sekarang) saya merasa kita—media dan tokoh-tokoh yang sering tampil di TV—terlalu menghubung-hubungkan Obama dengan Indonesia. Obama memang pernah tinggal di Indonesia dan mengenyam pendidikan “ala Indonesia” selama beberapa tahun, tapi lalu kenapa? Biasa aja lah! Toh Obama juga pernah tinggal di beberapa negara lain. Kesan yang saya tangkap kita seakan-akan mau menunjukkan kedekatan antara Obama dengan Indonesia dan bahwa Obama menjadi seperti sekarang salah satunya karena dia pernah tinggal di Indonesia. Sampai-sampai dia dijuluki “Anak Menteng” segala. Yang bener aja!! Hal ini sungguh konyol menurut saya. Saya harap negara kita bisa sedikit lebih dewasa dalam hal ini.

One comment

  1. huaaa..saya setuju bgt tuh sama paragraf terakhir..hahaha… Indonesia terlalu membesar-besarkan tentang keberadaan Obama (yg cm 1 taon-dari kelas 3 ke kelas 4) di Indonesia. Mungkin ada unsur politik juga, supaya terlihat bahwa negara Indonesia punya hubungan khusus dengan Obama yang notabene presiden US taon 2009. Sehingga seakan-akan pemerintah mau bilang ke masyarakat Indonesia “tenang..sekarang kita (baca: Indonesia) punya “bekingan” presiden US”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s